Kapankah Gigi Boleh Dicabut?

Kapan Boleh Cabut Gigi?

Gigi Sakit Bolehkan Dicabut?

Kapankah Gigi Boleh Dicabut? –┬áIni pertanyaan klasik yang masih sering terlontar dari mulut pasien hingga saat ini. Bolehkah cabut gigi dalam keadaan gigi masih sakit? Jawabannya mungkin bisa tidak sama antara satu dengan dokter gigi lainnya. Ada yang mengatakan sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi sakitnya sembuh dengan minum beberapa jenis obat seperti golongan antibiotika, analgetika, dan mungkin anti inflamasi. Nanti setelah sakitnya hilang, barulah pasien diminta datang kembali untuk mencabutkan giginya. Ada yang berpendapat lain, mengapa harus ditunda jika kondisi yang sakit sudah sangat mendesak untuk diambil. Misalnya, gigi yang sudah menimbulkan abses atau bengkak bernanah, yang jika dicabut maka pasien langsung merasa enak dan enteng karena pus atau nanah langsung keluar dari lobang bekas cabutan (soket).

cabut gigi

Sekedar informasi, dalam kondisi inflamasi akut maka kondisi jarinagn di sekitar gigi sangat berbeda dengan kondisi normal. Disitu banyak sekali sel-sel radang, permeabilitas dinding pembuluh darah juga mengalami perubahan, dan derajat keasaman (pH) jaringan juga berubah. Hal-hal ini antara lain yang menjadi pertimbangan sehingga dokter gigi memilih menunda pencabutan dalam kondisi radang akut. Alasan praktisnya karena khawatir akan terjadi bleeding atau perdarahan, obat anaestetik dikhawatirkan tidak berfek optimal lantaran perubahan pH jaringan, atau terjadinya septikemia yakni penyebaran mikroorganisme melalui luka setelah cabut gigi. Di sisi lain, dokter gigi yang berketetapan untuk tidak menuda pencabutan juga punya alasan yang masuk akal. Misalnya, kondisi akut tidak akan cepat teratasi jika gigi yang menjadi penyebabnya tetap dibiarkan di situ. Pertimbangan lain, semakin cepat dicabut maka semakin pendek waktu penderitaan pasien karena kausa prima nya sudah diambil. Dua-duanya punya alasan dan muaranya untuk membantu pasien juga.

Oleh karena itu, yang paling bijak saya kira adalah mempertimbangkan dengan seksama kondisi pasien saat itu. Kalau diperkirakan pencabutan tidak terlalu berisiko, misalnya gigi sudah luksasi (goyah) atau pencabutan tidak complicated, mungkin langsung dicabut saat itu juga tidak jadi masalah. Tentu dengan pemberian obat-obatan yang tepat paska pencabutan untuk menghindari efek samping setelah cabut gigi. Dengan anestesi yang optimal, kekhawatiran rasa sakit saat pencabutan lantaran gigi masih dalam kondisi sakit, insya Allah akan dapat diatasi. Jadi kesimpulannya, tergantung kondisi gigi yang sakit, apakah mendesak dicabut segera atau harus dengan premedikasi atau pengobatan terlebih dahulu. Tentu saja persetujuan pasien (informed consent) menjadi prasyarat penting sebelum doktera melakukan tindakan medis.

 

Kapankah Gigi Boleh Dicabut?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.