Mengapa Gigi Berlubang, Padahal Sudah Rajin Sikat Gigi?

Mengapa Gigi Berlubang? Mengatasi Gigi Berlubang

Mengapa Gigi Berlubang, Padahal Sudah Rajin Sikat Gigi? – Apakabar sobat blogger kembali lagi bersama saya di blog doktergigi.net ini. Kali ini kita akan membahas “Mengapa gigi berlubang, padahal sudah rajin sikat gigi?”. Menggosok gigi memang cara yang paling dianjurkan untuk mencegah gigi berlobang. Tetapi kalau sudah terlanjur ada benih kerowok, maka sikat gigi tidak bisa memulihkannya. Saya kira ini yang banyak sekali terjadi di masyarakat kita. Mula-mula anda mendapati bercak atau alur coklat kehitaman paga gigi belakang bawah. Itu awal dari proses karies atau gigi berlobang. Mestinya harus segera diatasi sebelum  meluas dan merusakkan lapisan dentin, sehingga tiba-tiba anda mengetahui gigi tersebut sudah berlobang besar.

Mengapa gigi berlubang

Proses kerowok biasanya lebih cepat manakalan sudah mejangkau lampisan dentin. Pada saat masih di bagian permukaan yakni di lapisan email, proses kerowok biasanya relative lambat.  Email merupakan lapisan  terluar gigi, yang nampak secara klinis. Ini merupakan lapisan terkeras sebetulnya, bahkan jauh lebih keras dari tulang manapun di tubuh kita. Sedangkan dentin merupakan lapisan di bagian sebelah dalam. Dentin tidak sekeras email. Mengapa lapisan email bisa rusak sehingga gigi berlobang? Ini akibat pekerjaan mikroorganisme atau bakteri di rongga mulut. Salah satunya yang paling bertanggungjawab atas perusakan email ini adalah bakteri streptococus mutans. Bakteri inilah yang menguraikan zat tepung (karbohidrat) dan menghasilkan produk sampingan berupa asam yang dapat merusakkan email melalui proses dimenarlisasi. Bakteri ini tumbuh subuh di dalam lendir gigi yang dinamakan plak. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyikat gigi secara teratur supaya plak yang berisi sangat banyak bakteri tidak sampai merusakkan gigi. Coba cek lagi apakah anda sudah menggosok gigi secara benar. Apakah menyikat giginya hanya pas mandi, ataukah juga diluar waktu mandi terutama sehabis makan dan sebelum tidur malam. Menyikat gigi merupakan upaya paling mendasar untuk pencegahan gigi kerowok.. Upaya lainnya adalah aplikasi flour secara topikal agar lapisan email gigi menjadi lebih tahan kerowok. Bisa juga dilakukakn fissure sealent yakni menutup alur-alur pada permukaan gigi yang mudah terselip plak atau makanan dan sulit dijangkau bulu sikat gigi.

Yang penting lagi, jangankan menunda-nunda untuk menambalkan gigi manakala sudah mulai ada bercak kerowok. jangan tunggu sampai lobangnya besar, apalagi sampai terasa sakit. Untuk tambal gigi, lebih cepat lebih baik. Sebab semakin dalam lubang atau kerowok, maka akan semakin cepat membesar olah karena lapisan dentin tidak sekeras lapisan email seperti dikemukakan di atas. Artinya jika kerowok sudah mencapat dentin, umumnya proses kerusakan semakin cepat. Gigi  kerowok tidak perlu buru-buru gigi harus dicabut. Ingat bahwa gigi dewasa (permanen) tidak akan ada gantinya lagi sampai kapanpun. Jadi sebaiknya kita upayakan untuk mempertahankan gigi agar jangan sampai dicabut. Sekarang kemajuan ilmu dan teknologi serta bahan kedokteran gigi sangat memungkin untuk hal tersebut. Adapun kalau terpaksa dicabut, bisa saja diganti dengan gigi tiruan.

Mengapa Gigi Berlubang, Padahal Sudah Rajin Sikat Gigi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.