Mengapa Sakit Gigi Setelah Ditambal?

Setelah Ditambal

Mengapa Sakit Gigi Setelah Ditambal? Ada beberepa kemungkinan penyebab timbulnya rasa sakit setelahdilakukakn penambalan gigi. Normalnya tidak ada rasa sakit setelah tambal.  Mungkin rasa sakit itu disebabkan oleh proses panambalan yang kurang sempurna, sehingga ada bagian yang belum terisi penuh oleh tambalan. Gampangnya, mungkin ada udara yang terjebak didalam tambalan itu. Mungkin juga karena proses persiapan (preparasi)  penambalan yang juga kurang optimal. Misalnya masih ada bagian dari gigi (dentin) yang seharusnya dibersihkan tapi belum sempurna dapata dilakukan. Atau memang kondisi kerowok gigi yang sudah cukup dalam sehingga sangat dengan pulpa atau saraf gigi.

Sakit Gigi

Pada kerowok gigi yang sudah cukup dalam, sangat dianjurkan untuk dilakukan pulp capping yakni memberikan lapisan dasar untuk melindungi gigi sebelum dilakukan penambalan permanen. Biasanya digunakan kalsium hidroksida untuk melindungan gigi sekaligus merangsang terjadinya dentin sekunder untuk memperkuat lapisan gigi yang sudah hampir jebol menembuh ruang saraf gigi itu. Setelah di pulp capping, lalu dilakukakn penembalan sementara. Baru beberapa kemudian pasien diminta datang lagi, untuk dilakukan penambalan permanen.

 Memang susahnya, pasien kadang keburu salah sangka jika harus datang lagi untuk tambal gigi. Inginnya sekali datang, urusan langsung beres. Padahal, dalam prkatek tidalkah segampang itu. Sangat tergantung dengan kondisi giginya, apakah bisa langsung tambal permanen atau harus ditambal sementara terlebih dahulu. Kadang sewaktu ditanya dokter mengenai riwayat sakit  giginya, pasien menyembunyikan informasi yang sesungguhnya. Misalnya, mengatakan gigi tersebut tidak pernah sakit.  Padahal mungkin pernah sakit, katakanlah bila kena dingin atau makanan yang manis. Contoh yang terakhir ini, adalah kasus pulpitis ringan atau disebut juga hyperemia pulpa yang sakitnya bisa datang dan pergi. Kadang terasa nyut sakitnya, tetapi beberapa menit (10-15 menit) rasa sakit itu hilang sendiri. Pada kasus seperti ini sebaiknya penambalan harus didahului dengan pulp capping seperti dikemukakan diatas.

Gigi yang gusinya melorot dan banyak karang giginya, setelah dibersihkan karangnya mungkin menimbulkan keluhan sakit yang timbul dan hilang sendiri. Persis seperti gejala hipermia pulpa tadi. Gigi yang kerowok dalam, atau habis ditambal tetapi tidak maksimal, kadang juga menimbulkan rasa sakit seperti hyperemia pulpa.  Saran kami sebaiknya dikembalikan saja ke dokter yang melakukan pembalan, supaya dilakukakn evalusi dan jika perlu perawatan ulang.  Ini penting karenan hyperemia pula atau pulpitis awal ini dapat menjadi lebih parah sehingga sakitnya akan menetap dan lebih hebat. Ini yang dinamakan pulpitis irreversible. Maka sebelum timbul masalah yang lebih serius, sebaiknya diatasi  saja segera. Demikian saran yang dapat kami berikan, mudah-mudahan bermanfaat.

drg. Adi Pratama (Klinik Mitra)
Alamat: Jalan Dr. M. Isa No. 142, Palembang (Sebelah Samsung)
Jadwal: Senin – Sabtu (Pukul: 17.00 – 21.00)
Kontak: 081219169191
Pendaftaran: (0711) 352196

Mengapa Sakit Gigi Setelah Ditambal?

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *